.


Sudahkah kau mendengar sebuah cerita tentang segenggam cinta?


Mari duduk di sampingku
Kita buat cerita itu








Sunday, January 8, 2012

Betapa Aku


























betapa aku ingin menjadi sebatang besar pohon yang rebah di sungai air matamu
membendung semua pilu
lalu mengalirkannya kembali ke telaga di dadaku

meski sesaat saja
ku ingin menjadi dahan yang terus menerus tumbuh bagai lengan raksasa terulur ke angkasa
membawamu ke ketinggian
membiarkanmu menikmati setiap jengkal keindahan
agar lengah dirimu dari duka yang tertinggal di bumi
kau melompat
dan aku menjadi sayap yang menemanimu mengunjungi negeri-negeri jauh
negeri dimana siapa saja dapat mengenakan senyum seindah permata pada wajah mereka
karena kebahagiaan adalah mata air yang tak pernah kering

kau berbisik, ”adakah negeri semacam itu?”

betapa aku ingin menjadi seutas angin
mengabarkan tanyamu itu kepada para malaikat bercahaya yang bersemayam di pucuk-pucuk awan
agar mereka berkenan melantunkan munajat doa dari bibir mereka yang suci dari dusta
doa agar engkau diliputi kedamaian bagai langit berbintang menyelimuti malam
selalu

Saturday, January 7, 2012

Hujan Desember

















Desember, dan hujan kecil riang bermain di depan rumah
Menggoda mereka yang lalu lalang
Dengan gurauan kekanak-kanakan namun menghibur
Karena debu lebur
Karena udara menjadi lembut
Layaknya cinta yang basah

Desember, dan hujan memainkan lagu jenaka pada atap rumah
Nada-nada yang segar
Harmoni yang mengalir seiring air mencapai nadir
Namun urung hujan berikan jiwa sesuatu yang tenang

Karena dirimu disitu
Berdiri di antara pagi dan senja
Timbulkan siluet yang memukau
Dalam remang cuaca yang risau

Karena dirimu disitu
Menghalangi aku dari cahaya
Membuatku teduh
Cukup dengan berimajinasi kau ada disitu
Bersamaku

Katakan padaku, nona viola
Adakah aku bersalah karena berusaha mendatangi hatimu
Ataukah harus ku biarkan saja rasa ini berlalu

Seiring berjalan waktu, hatiku membengkak
Mengambil ruang dalam dada
Tak menyisakan apapun selain sedikit bagi napas yang sesak

Katakan, apakah ku biarkan saja ia meledak
Terlempar ke seluruh penjuru
Rindu, biarkan aku mati dikepung rindu

Friday, January 6, 2012

Selamat Ulang Tahun, Bidadari

selamat ulang tahun, bidadari
semoga hidupmu dipanjangkan oleh hari-hari yang indah dan menakjubkan
seperti rombongan kecil sirkus berkelana dari kota ke kota
semoga malaikat rupawan bersayap putih senandungkan namamu selalu
dalam doa panjang syahdu
semoga senantiasa seutas senyum manis menghiasi merahnya pipi
meski apapun kesulitan yang kau hadapi
semoga cinta murni adalah hal terakhir yang kau lihat sebelum mata menutup tidur
dan hal pertama saat kau bangun menyongsong pagi
semoga kupu-kupu dalam dirimu menemukan jalan menuju madu
mengenali damai bunga di taman kehidupan
semoga engkau selalu diliputi keberkahan Tuhan
seperti matahari melumuri senja langit pantai dengan cahaya keemasan

Thursday, January 5, 2012

Sudahkah Mimpi Memelukmu?


 Sudahkah kau terlelap?

Karena sekali saja, sekali lagi saja
Ku ingin dengar tawamu yang kekanakan
Di antara setumpuk cerita tentangmu seharian

Karena malamku terlanjur abu-abu
Menunggu dering nada tunggu
Menyilangkan jari, berdoa
Hatimu mengangkat di ujung sana

Sudahkah mimpi memelukmu?

Karena sekali saja, sekali lagi saja
Ku ingin kembali mengenali yang tak dikenali telinga biasa
Dirimu yang polos luar biasa

Karena malamku terlanjur mabuk
Dipermainkan rindu
Kala mencari bintang kejora
Yang bersembunyi di suatu tempat entah dimana di dalam bola matamu yang bercahaya

Sunday, December 18, 2011

Memburu Badai


Aku memburu badai
Memburu derai-derai
Karena kata nyaman hanya bagi mereka
Yang terpesona tenangnya senja

Dalam perjalanan menuju badai
Aku bertemu para peri
Wajah mereka damai
Senyum mereka adalah guratan misteri

Badai adalah para peri
Yang melintasi tepi langit
Dalam iringan keperakan yang memabukkan
Hanyutkan aku

Tahu-tahu aku terperangkap badai
Udara menggantung, mengingatkan pada sesuatu yang sesakkan dada
Dan para peri dengan wajah mereka yang damai
Pergi tanpa kata

Petir
Angin
Hujan
Huru-hara

Saat badai reda
Angin heningkan cipta
Laut surut
Rindu menggenang di pelupuk mata

Butuh berabad waktu
Bagiku untuk memulai perjalanan baru
Kembali memburu badai
Memburu derai-derai

Karena cinta adalah badai

Friday, December 9, 2011

Bila Ini Cinta




Bila ini cinta
Biarlah ia membumbung ke angkasa
Tinggi menyentuh tepi
Lalu jatuh ke bumi
Dalam gerakan lambat
Dalam bulir-bulir cahaya pagi
Yang pecah di ujung daun
Terluka dan mengembun

Bila ini cinta
Dan hanya bila ini cinta
Biarlah aku terbakar
Oleh rindu yang berkobar
Biarlah aku dihujam
Sepi yang membalut malam
Biarlah aku terkapar dihajar
ingatan tentangmu tak juga memudar

Aku letih berlari

Thursday, December 8, 2011

Hanya Waktu


Siapa yang bisa tahu
kemana jalan mengarah
kemana hari melangkah
: hanya waktu

dan siapa yang bisa menduga
jika cinta tumbuh
saat hati berlabuh
: hanya waktu

siapa yang bisa mengatakan
kenapa hatimu menghela napas
saat cinta terbang lepas
: hanya waktu

dan siapa yang bisa mengungkapkan
saat hati berlinang air mata
saat cintamu berdusta
: hanya waktu

siapa yang bisa mengira
saat jalan bertemu
ketika cinta mungkin disitu
di hatimu

dan siapa yang bisa tahu
ketika hari-hari terlelap
dan malam mendekap
seluruh hatimu

siapa yang tahu

hanya waktu


(terjemah ngasal only time-enya)