Aku menyukai teh pahit panas
Dan pantulan wajahmu di sudut gelas
Aku terus berpikir tentang dunia
Tentang betapa ia hambar terasa
Tanpa hadirmu di sana
Seakan aku telah mengenalmu
Sejak selamanya
Istirahat usai sudah
Piring kotor disatukan
Bangku dirapatkan
Saat kembali bekerja
Saat kembali bekerja
Kelak tak ada yang tersisa di atas meja
Tidak juga dirimu
Hanya kesadaran yang menyelinap lembut
Aku terjatuh oleh cinta
Tepat pada pukulan pertama

No comments:
Post a Comment