Tidakkah kau merasa
Aku tlah kehilangan kosakata?
Mungkin aku menjatuhkannya
Entah dimana
Di dalam angkot saat mengeluarkan dompet dari saku
Atau di parasmu yang kian kabur oleh hembusan waktu
Entahlah
Aku tersesat di belukar paragraf
Kala benak tergagap merangkai maaf
Mungkin memang seharusnya
Permohonan tak butuh tema cerita
Tak perlu alinea
Dalam barisan panjang tanda baca
Mungkin memang sepantasnya
Maaf adalah puisi
Yang semai dan tumbuh sendiri
Dari kesadaran bening yang kau namakan nurani
Maafkan...
Karena aku lelaki

No comments:
Post a Comment