.
Sudahkah kau mendengar sebuah cerita tentang segenggam cinta?
Mari duduk di sampingku
Kita buat cerita itu
Monday, November 28, 2011
Thursday, November 17, 2011
Untukmu, Cinta Yang Biasa Saja
Untukmu, cinta yang biasa saja
Yang tidak meletup gila
Yang tidak liar membakar
Rindu yang semak belukar
Untukmu, cinta yang biasa saja
Yang mengalir lembut di nadi
Yang tenang berbaring di hati
Lalu menetap disitu, sepanjang hari
Untukmu, cinta yang biasa saja
Karena luar biasa luluh oleh bulumata
Yang mengurung indah telaga
Pada bola matamu yang bercahaya
Friday, November 11, 2011
Monday, November 7, 2011
Tuesday, November 1, 2011
Bocah Pecinta
Ini cerita tentang seorang bocah pecinta
Tentang cinta, bergurulah ia pada pengemis buta
Mendengarkan senandung rindu cahaya
Doa dari balik gelap sana
Tentang air mata yang tidak dipunya
Dan sosok-sosok tanpa wajah tanpa warna
Tentang cinta, bergurulah ia pada penjual mie tek tek
Membaui peluh dan keruh udara, tek tek
Malam yang dingin pekat menyumbat paru, tek tek
Kantuk yang menikam mata tanpa ampun, tek tek
Sedikit rupiah demi anak istri di rumah, tek tekTentang cinta, bergurulah ia pada penjaja cinta
Mendengarkan derit hidup dari tepi ranjang
Celoteh nakal dan geraman pria hidung belang
Tentang hidup yang telah digadai di ujung pagi
Tentang mukena lusuh dan keinginan naik haji
Hei, tak mengertikah juga kau bocah pecinta
Manusia terkadang lupa
Dikiranya cinta serupa bentuk abstrak yang tercipta
dari gerakan kosong tangan melukis udara
disangkanya cinta itu udara yang melewati pita suara
tanpa disertai kerumunan darah keringat air mata
Ini cerita tentang seorang bocah pecinta
La la la la... lagu romansa bocah pecinta
La la la la... lagu romansa bocah pecinta
Cinta belum berakhir, tunggu saja
Thursday, October 27, 2011
Kejora Di Mataku, Ratu Di Hatiku
Apa yang menetap di langit-langit
Apa yang setiap wajah ku berpaling
Seutas senyum dihapus sulit
Kejora di mataku, ratu di hatiku
Apa yang menggamit cahaya
Hingga membiru gumpalan rindu
Apa yang mimpi boleh percaya
Ia luruh dekap di jiwa sendu
Simponi di telingaku, bidadari hidupku
Sunday, October 23, 2011
Teh Pahit Panas
Aku menyukai teh pahit panas
Dan pantulan wajahmu di sudut gelas
Aku terus berpikir tentang dunia
Tentang betapa ia hambar terasa
Tanpa hadirmu di sana
Seakan aku telah mengenalmu
Sejak selamanya
Istirahat usai sudah
Piring kotor disatukan
Bangku dirapatkan
Saat kembali bekerja
Saat kembali bekerja
Kelak tak ada yang tersisa di atas meja
Tidak juga dirimu
Hanya kesadaran yang menyelinap lembut
Aku terjatuh oleh cinta
Tepat pada pukulan pertama
Subscribe to:
Posts (Atom)





